Tampilkan postingan dengan label refrigerant. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label refrigerant. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Mei 2014

SERVICE COLD STORAGE / COLD ROOM DI SOLO

Service Cold storage di SOLO

CV. MAJU TAK GENTAR
Jl. Ledoksari Kidul 37   Jebres - Solo
hotline : 08777 08222 57

kami  perusahaan jasa  teknik pendingin yang melayani service perbaikan alat rumah tangga kantor pertokoan gedung dan pabrik

sedikit saran dari kami..

  Perawatan Rutin/Maintenance:Perlunya Perawatan Rutin Sangat Mempengaruhi Umur Dan Kinerja Semua Unit Mesin  Pendingin, 

Dimana Siklus Udara Yang Dibutuhkan Untuk Coil Condensor Dan Juga Coil Evapoartor Sangat Mempengaruhi Kinerja Compressor Dan 

Hal sepeleh disebabkan oleh kelalaian /Lupa Membersihkan secara Rutin Mengakibatkan Compressor Pendingin Tersebut Fatal/Rusak,

 Kemudian Akan Ber Efek ke Produksi ataupun Bisnis Anda Yang Sangat Membutuhkan Ataupun Mengandalkan Mesin Pendingin ataupun pembekuan bahan dari  Perusaahaan ,Swalayan,Restaurant,...

kami menerima service

cold storage

cold storage 

cold storage 

cold storage

      AC   Central

      AC SPLIT DUCT 

     AC CASETTE

     Ac celling

     Ac spilt

     Ac standing floor   

     Cold Storage

     Blast freezer / ABF  

     Freezer

     Chiller

      ICE MAKER  

      COOLING TOWER  

      OVER  HAULE.compresor berbagai tipe

contoh hasil rakit cold room / cold storage pada suhu -20 dan +5 celcius














 

Jumat, 11 April 2014

Membuat Alat Vakum Dari Kompresor Bekas

Nich pengalaman Saya waktu alat vakum Saya rusak, mau beli baru takutnya rusak lg dan selain itu hargany lumayan mahal. dari pada beli baru mending buat aj sendiri dan kebetulan ada kompresor bekas yg masih bagus.Alat-alat yg di butuhkan untuk membuat alat vakum ini adalah:
  • Mesin Las
  • kawat las
  • pentil
  • dan kompresor bekas minimal 1/8pk
Apasih guna mesin vakum untuk alat service mesin pendingin?setau saya memakai mesin vakum bs lebih cepat prosesnya di bandingkan vakum Body.
dan kenapa kompresor  harus divakum?
karena klu kompresor yg akan diisi freon tidak divakum terlebih dahulu Evaporator tidak dpt menghasilkan dingin karena msh terdapat zat lain, seperti udara dan partikel2 yg menggagu sirkulasi freon pd sistem. dengan pem-vakuman dapat mengeluarkan udara, partikel, dan zat2 lain yg dapat menggagu sirkulasi pd freon.maaf mas... byk ceritanya ya dr pd prakteknya?
Prakteknya
pertama siapkan dua buah pentil, knp harus dua pentil? krn selain buat vakum juga bisa buat nambah angin sepeda motor, percaya ga'?Las kedua pentil pd setiap pipa yg terdapat pd kompresor, yg satu pd pipa hisap dan yg satu lg pd pipa tekan. bin sala bim.... dah jd vakumnya.terus cr gunainnya gimana?klu untuk mem-vakum,
  1. lepas kepala pentil pd pipa tekan
  2. pasang selang manifold warna kuning pd pipa hisap
  3. pasang selang manifold warna biru pd kompresor yg akan divakum
  4. hidupkan mesin vakum rakitan dan buka keran manifold warna biru.
  5. saat mesin vakum di hidupkan jangan menghidupkan kompresor yg akan di vakum, dan kompresor tidak boleh bocor.
  6. biarkan udara dari kompresor di hisap mesin vakum dan dikeluarkan dari pipa tekan pd mesin vakum
  7. tunggu lebih kurang 30menit untuk mendapatkan hasil vakum yg maksimal antara -20psi s/d -30psi, sambil menunggu hasil pem-vakuman lebih baik nikmati dulu minuman yg disajikan tuan rumah, tp klu minumannya ga' di sediai.. ya beli sendiri...kwk...kwk...kwk...
  8. setelah mendapat hasil yg di inginkan tutup kembali keran manifold dan matikan mesin vakum. selesai dech dan tinggal langkah mengisi freon, jgn lupa lepas selang warna kuning dr mesin fakum dan pindah kan selang tersebut ke tabung freon.

klu untuk memompa ban sepeda motor:
  1. lepas kepala pentil pd pipa hisap
  2. pasang selang pd pipa tekan yg nantinya memompa banl sepeda motor

NB. guna melepas kepala pentil, agar udara dapat keluar dan masuk melalui mesin vakum
selesai dech....semoga bermanfaat....

Kamis, 10 April 2014

Pengaruh Fan Speed dan Temperature Setting (Thermostat) Terhadap Kinerja Sistem Refrigerasi

Saya buat pengandaian seperti ini:
> Kondisi temperatur ruang (ruangan yang didinginkan) menunjukkan 27'C.
> Terdapat 3 kondisi pengatur kecepatan kipas/blower (High, Medium, Low).
> Penyetelan thermostat pada temperatur 24'C (mean value)
> Differential thermostat 2K

Saya jelaskan dulu tentang differential thermostat diatas:
Differential adalah perbedaan temperatur yang mempengaruhi perubahan posisi kontak pada thermostat (yang mechanical thermostat saja ya biar mudah dipahami). Jadi terhubung dan terputusnya posisi kontak thermostat akan dipengaruhi oleh temperatur ruangan.
Seperti contoh diatas, jika setting temperatur pada thermostat = 24'C maka, sistem refrigerasi akan bekerja untuk menjaga temperatur ruangan ada pada range 23 s/d 25'C atau 24 +/-1'C (differential 2K) karena setting tsb berada di titik tengah atau mean value (jenis lainnya ada juga yg setting sebagai cut-off value atau titik mati, jadi jika setting 24'C maka sistem refrigerasi akan berhenti/mati di 24'C)

Mulai dari kondisi yg telah disebutkan diatas (temperatur ruang 27'C) dan Air Conditioner mulai dihidupkan. Maka thermostat membaca kondisi bahwa sistem refrigerasi harus bekerja mendinginkan ruangan karena temperaturnya masih berada diatas titik penyetelan (24'C). Signal dari thermostat ini kemudian diteruskan ke rangkaian kontrol lainnya untuk menghidupkan sistem refrigerasi (kompresor bekerja/hidup). Sistem kontrol refrigerasi akan menghidupkan kompresor dan komponen2 pendukungnya jika kondisi komponen proteksi (sensor tekanan, sensor temperatur, dll) dalam keadaan normal.
Dengan mengabaikan kondisi penyetelan Fan Speed, sistem refrigerasi terus bekerja untuk menurunkan temperatur ruangan. Perlahan2 temperatur ruangan turun dari 27'C ke 26'C terus ke 25'C, terus turun ke 24'C. Pada saat mencapai 24'C sesuai penyetelan thermostat, sistem refrigerasi masih bekerja, dan ketika temperatur ruang turun ke 23'C, baru kemudian kontak thermostat memutus rangkaian ke outdoor unit (kompresor dan kipas kondenser) sehingga sistem refrigerasi berhenti bekerja.
Kipas/blower indoor unit tetap bekerja untuk mensirkulasikan udara dalam ruangan walaupun temperatur sudah tercapai. Akibat pengaruh beban ruangan dan infiltarsi dari luar ruangan, perlahan2 temperatur ruangan yang tadinya sudah mencapai 23'C bergerak naik terus. Dan ketika temperatur ruangan mencapai 25'C, kontak pada thermostat yang tadinya terputus kemudian terhubung kembali sehingga outdoor unit (kompresor dan kipas kondenser) bekerja. Sistem refrigerasi kemudian bekerja kembali.
Temperatur ruang kemudian perlahan2 turun. dan sistem refrigerasi akan mati lagi jika temperatur ruangan mencapai titik 23'C. Proses ini akan terus berulang sehingga apabila thermostat di set di 24'C maka temperatur ruangan akan dijaga diantara 23'C dan 25'C (sesuai dengan setting differential-nya).

Bagaimana jika penyetelan Thermostat diubah, misalnya menjadi 21'C?
Pengendali sistem refrigerasi akan bekerja agar temperatur ruangan tetap terjaga diantara 20'C dan 22'C.

Bagaimana dengan pencapaian waktunya?
Tentu saja yang penyetelannya lebih rendah akan memerlukan waktu lebih lama. Dalam contoh diatas, penyetelan yang 21'C memerlukan waktu lebih lama dibanding yang 24'C.

Walaupun penyetelan berbeda tetapi differential-nya sama. Jika dalam pencapaian awal yang temperatur lebih rendah memerlukan waktu yang lebih lama, bagaimana pada saat sama2 menjaga temperatur dalam range. Misalnya untuk penyetelan 24'C (range kerja sistem di 23 s/d 25'C) dengan penyetelan di 21'C (range kerja sistem di 20 s/d 22'C). Apakah perlu waktu yg sama untuk mencapai cut-out dari titik cut-in?
Berbeda, semakin rendah temperatur, semakin lama pencapaian temperaturnya.
Semakin rendah temperatur semakin rendah pula kapasitas pendinginan mesin refrigerasinya.

Sekarang kita analisa pengaruh Fan Speed terhadap kinerja sistem refrigerasinya:
Pada temperatur ruangan dan temperatur luar yang sama. Maka ketika fan speed pada posisi High, sistem refrigerasi akan bekerja pada kondisi maksimal (tertinggi) karena beban pendinginan akan paling besar dibanding kondisi Medium dan Low.
Kenapa bisa seperti itu?
Perpindahan kalor yang terjadi pada saat posisi Fan di High adalah yang terbesar karena volume udara yang melalui Evaporator akan paling besar dibanding Medium atau Low. Semakin banyak udara yang mengalir maka semakin besar perpindahan kalornya.

Parameter sistem refrigerasi apa saja yang terpengaruh oleh perubahan speed ini?
1. Tekanan kerja
Pada saat fan speed High, tekanan kerja normalnya akan berada di titik yang tertinggi dan pada saat Low akan berada di titik terendah (bisa dilihat dari tekanan suction dan discharge-nya)
2. Daya Kompresor (konsumsi power)
Daya Kompresor pada fan speed High akan berada di titik tertinggi dan pada saat Low akan berada di titik terendah (bisa dilihat dari perubahan ampere Kompresornya)

Bagaimana dengan penurunan temperatur ruangannya?
Fan Speed High akan lebih cepat menurunkan temperatur ruangan dibanding Medium dan Low speed.
Perpindahan kalor yang lebih besar menyebabkan waktu pencapaian temperatur ruangan menjadi lebih cepat.

Tetapi ketika dilakukan pengukuran temperatur udara yang keluar dari indoor unit (evaporator outlet temperature) ternyata temperaturnya lebih rendah di posisi Low daripada Medium atau High, bukankah itu menunjukkan bahwa dengan temperatur yang lebih rendah, ruangan akan lebih cepat dingin?
Benar, jika dilihat dari temperatur outlet evaporatornya akan lebih rendah pada saat posisi fan speed Low, tetapi jika dikalikan dengan jumlah aliran udaranya, maka overall heat transfernya akan lebih besar jika fan speed di posisi High.

Bagaimana menghitung heat transfer rate-nya?
Heat transfer rate (kj/s)= volume udara yang melewati evaporator (m3/s) x kalor spesifik udara (kj/kg.K) x berat jenis udara (kg/m3) x perbedaan temperatur udara masuk dan keluar evaporator (K)

Kenapa tekanan kerja sistem bisa berbeda jika kondisi fan speed berubah?
Semakin banyak volume udara yang melalui Evaporator semakin besar terjadi perpindahan kalor. Semakin besar jumlah kalor yang berpindah dari udara ke refrigerant, maka semakin tinggi tekanan refrigerantnya karena volume/area yang ditempati refrigerant dalam sistem tidak berubah. Sama halnya kita memanaskan air dalam bejana tertutup, semakin banyak kalor yang ditambahkan ke air, maka semakin tinggi tekanannya.

Smoga membantu,

Rabu, 09 April 2014

Refrigerant Tunggal dan Campuran (Single Substance & Mixture Refrigerant)

Refrigerant
Refrigerant adalah fluida yang digunakan sebagai media transfer perpindahan kalor dari ruang yang dikondisikan ke luar dari ruangan tersebut atau sebaliknya.

Terdapat 2 kelompok refrigerant jika dilihat dari komposisinya:
1. Refrigerant dengan titik saturasi temperatur tunggal (single substance refrigerant) yaitu refrigerant yang hanya terdiri dari molekul yang similar.
2. Refrigerant dengan beberapa titik saturasi temperatur (mixture refrigerant) yaitu refrigerant yang terdiri dari beberapa molekul yang berbeda. Refrigerant jenis ini merupakan campuran dari beberapa refrigerant tunggal. Sehingga dari pencampuran dengan komposisi tertentu ini terbentuk jenis refrigerant lainnya yang memiliki properties yang berbeda dengan refrigerant penyusunnya.

Apa perbedaan dari kedua kelompok refrigerant ini?
Refrigerant tunggal memiliki satu titik saturasi temperatur, sehingga selain dari perbedaan properties dengan refrigerant penyusunnya, refrigerant campuran ini memiliki beberapa titik saturasi temperatur.

Apa pengaruh saturasi temperatur dalam sistem pendingin?
Saturasi temperatur akan mempengaruhi performa mesin pendingin, yaitu saat proses penguapan refrigerant (evaporasi) di Evaporator dan proses pengembunan (kondensasi) di Kondenser.

Apa yang dimaksud dengan saturasi temperatur?
Saturasi temperatur adalah titik dimana pada kondisi temperatur tersebut, suatu fluida (atau refrigerant dalam pembahasan ini) akan berubah wujudnya dari cair menjadi gas atau dari gas menjadi cair tergantung dari aliran kalornya. Apakah refrigerant tersebut menerima kalor atau melepaskan kalor?.

Jika dalam kondisi saturasi tersebut, refrigerant menerima kalor (seperti yang terjadi di Evaporator). Maka refrigerant akan berubah wujud menjadi bentuk gas/uap. Begitu juga sebaliknya jika refrigerant tersebut melepaskan kalor (seperti yang terjadi di Kondenser). Maka refrigerant akan berubah wujud menjadi cair.

Apa yang mempengaruhi titik saturasi temperatur?
Tekanan akan mempengaruhi titik saturasi temperatur. Kenaikan tekanan sebanding dengan kenaikan saturasi temperaturnya.

Bisa diberikan contohnya, biar lebih jelas?
Air, dalam sistem HVACR lebih dikenal sebagai R-718. Pada umumnya anda akan mengenal atau dijelaskan di sekolah bahwa air akan mendidih pada temperatur 100°C. Tidak salah, tetapi harus diperjelas lagi dengan tekanan yang bekerja pada air tersebut. Air akan mendidih pada temperatur 100°C apabila tekanannya 1 atmosfir. Jika air bertemperatur 100°C dan bertekanan 1 atm tersebut dipanaskan maka wujudnya akan berubah menjadi gas/uap (Air ber-evaporasi, berubah wujud dari bentuk cair menjadi gas). Tetapi jika didinginkan, maka air tersebut akan berubah menjadi cair (air ber-kondensasi atau berubah wujud dari gas menjadi cair). Jadi, 1oo°C adalah titik saturasi temperatur air pada tekanan 1 atm. Titik saturasi dalah masa transisi diantara cair dan gas. Kalor yang digunakan dalam proses perubahan wujud ini (baik cair menjadi gas atau sebaliknya) disebut kalor LATENT.

Apa kalor latent itu?
Kalor latent adalah kalor yang digunakan untuk proses perubahan wujud suatu zat/fluida tanpa merubah temperaturnya. Jadi perubahan wujud ini berlangsung pada temperatur yang konstan.

Apa hubungannya saturasi temperatur dengan refrigerant dengan komposisi tunggal dan refrigerant campuran?
Refrigerant dengan komposisi tunggal memiliki satu titik saturasi, sedangkan refrigerant campuran memiliki lebih dari 2 titik temperatur saturasi (tergantung berapa banyak refrigerant tunggal yang dicampurkan).

Bagaimana bisa terjadi perbedaan temperatur saturasi dalam satu jenis refrigerant campuran, misalnya R-404A?
Refrigerant R-404A tersusun dari tiga jenis refrigerant tunggal yaitu: R-125 (44%) + R-143a (52%) + R-134a (4%). Setiap refrigerant penyusun R-404A tersebut memiliki titik saturasi yang berbeda. Pada tekanan 1 atm, titik didihnya adalah: R-125 = -48.45 °C R-143a = -47.6 °C R-134a = -26.3 °C. Jika kalor ditambahkan pada refrigerant R-404A maka R-125 lebih dulu mendidih dan kemudian menguap diiringi oleh R-143a dan terakhir R-134a. Sebaliknya jika refrigerant tersebut melepaskan kalor, maka R-134a akan lebih dulu mencair.

Pada kondisi seperti apa refrigerant campuran (mixture refrigerant) tersebut bercampur dengan baik, sehingga komposisinya stabil?
Dalam bentuk cairan, ketiga jenis refrigerant tersebut akan bercampur dengan baik, sehingga komposisinya akan tetap terjaga.

Refrigerant apa saja yang termasuk dalam kelompok refrigerant tunggal (single substance)?
Berikut adalah beberapa jenis refrigerant yang termasuk kategori refrigerant dengan titik saturasi temperatur tunggal: R-11, R-113, R-114, R-12, R-123, R-134a, R-143a, R-14, R-152, R-21, R-22, R-23, R-C318, R-1150, R-1270, R-170, R-290, R-50, R-600, R-600a, R-717, R-718, R-728, R-732, R-740, R-744, R-32, R-1234yf, dll.

Refrigerant apa saja yang termasuk dalam kelompok refrigerant campuran (mixture refrigerant)?
Berikut adalah beberapa jenis refrigerant yang termasuk kategori refrigerant campuran: R-401A, R-401B, R-401C, R-402A, R-402B, R-404A, R-406A, R-407A, R-407B, R-407C, R-408A, R-409A, R-410A, R-410B, R-500, R-502, R-507, R-508A, R-729, dll.

Bagaimana teknis pengisian refrigerant ke sistem pendingin?
Pada dasarnya pengisian refrigerant ke sistem pendingin dilakukan dari daerah liquid line, yaitu daerah diantara kondenser dan inlet expansi. Dalam keadaan sistem dimatikan/off, refrigerant (baik single substance atau mixture) dimasukkan ke sistem dalam bentuk cair dan ditimbang sesuai dengan kebutuhannya (lihat di name plate dan aturan penambahan refrigerant sesuai rekomendasi manufaktur).

Bukankah pengisian refrigerant ke sistem bisa dilakukan dalam bentuk gas dari daerah suction?
Untuk unit-unit berkapasitas besar tidak disarankan pengisian dari suction line karena saat proses pengisian yang lambat bisa merusak Kompresor (motor mengalami overheating atau kompresor kekurangan pelumas karena tekanan pelumas menjadi sangat rendah), terutama untuk jenis Kompresor Hermetic dan Semi-Hermetic. Sedangkan untuk unit berkapasitas kecil dibawah 3hp masih bisa dilakukan pengisian dari suction line dalam bentuk gas (walaupun rekomendasi pengisiannya tetap dari liquid line dalam bentuk cairan).

Apa yang membedakan teknis pengisian refrigerant tunggal dengan campuran?
Dalam hal pengisian ataupun penambahan, refrigerant single substance tidak terlalu bermasalah dengan masuknya refrigerant dalam bentuk cair atau gas. Yang penting diperhatikan hanya dimana harus mengisi refrigerant cairan dan dimana harus mengisi refrigerant dalam bentuk gas. Berbeda dengan refrigerant campuran, baik pengisian ataupun penambahannya harus dilakukan dalam bentuk cair agar komposisi refrigerant campuran tersebut tidak berubah. Penambahan refrigerant campuran dalam bentuk cair harus dilakukan hati-hati dari sisi suction line, jika tidak, proses penambahan refrigerant bisa merusak ke Kompresor.

Bagaimana jika pengisian refrigerant campuran tersebut dilakukan dalam bentuk gas?
Sebagai contoh R-404A merupakan campuran dari R-125 (44%) + R-143a (52%) + R-134a (4%). Ketiga jenis refrigerant tersebut memiliki titik saturasi yang berbeda-beda. Pada tekanan atmosfir, titik didihnya adalah: R-125 = -48.45 °C R-143a = -47.6 °C R-134a = -26.3 °C. Dalam bentuk cairan ketiga jenis refrigerant penyusun R-404A bercampur dengan sempurna. Sehingga komposisi refrigerant tidak berubah ketika keluar dalam bentuk cairan. Tetapi kalau refrigerant keluar dalam bentuk gas, refrigerant yg memiliki titik saturasi yang paling rendah akan keluar terlebih dahulu, kemudian diakhiri dengan refrigerant yang memiliki titik didih tertinggi, dalam kasus R-404A, refrigerant R-125 akan keluar terlebih dahulu, diikuti R-143a kemudian R-134a, dengan demikian komposisi refrigerant akan berubah. Dalam sistem yang diisi R-404A dalam bentuk gas, komposisi R-125 akan lebih besar (lebih dari 44%) dan dalam tabung yang tersisa, komposisi R-134a akan lebih besar (lebih dari 4%). Akibatnya temperature-pressure relationship-nya ataupun thermal properties-nya akan berubah. Hal ini mengakibatkan turunnya performa mesin pendingin. Selain itu kita juga akan mengalami kesulitan untuk menentukan titik kerja/ tekanan kerja pada sistem yang bersangkutan, dikarenakan terjadi pergeseran hubungan antara temperatur dan tekanannya.

Apakah saat pengisian, agar refrigerant cair yang keluar harus dengan cara membalik posisi tabung?
Perhatikan dalam tabung refrigerant, biasanya terdapat anak panah tertulis "THIS END UP FOR GAS" maksudnya jika bagian yang ditandai arah anak panah tersebut berada diposisi atas maka refrigerant yang keluar dalam bentuk gas. Dan pada arah yang berlawanan tertulis "THIS END UP FOR LIQUID" maksudnya jika bagian yang ditandai arah anak panah tersebut berada diposisi atas maka refrigerant yang keluar dalam bentuk cairan.
Jika tabung yang tidak menggunakan dip stick (pipa penghubung valve dengan dasar tabung), maka tabung harus dibalik untuk mengeluarkan refrigerant dalam bentuk cair. Sedangkan yang dilengkapi dengan dip stick, maka tabung tidak perlu dibalik.
Jadi selalu perhatikan marking yang ada di tabung tersebut.

Bagaimana jika terjadi kebocoran dalam sistem yang menggunakan refrigerant campuran? Bukankah akan terjadi perubahan komposisi karena ada perbedaan temperatur saturasi?
Jika terjadi kebocoran di daerah liquid, maka setelah perbaikan (jika refrigerant yang tersisa bisa diisolasi selama perbaikan) maka tinggal menambahkan kekurangan refrigerant-nya dalam bentuk liquid, karena jika terjadi bocor di daerah liquid tidak akan merubah komposisi refrigerant.
Jika terjadi kebocoran di daerah evaporator / gas line maka sebaiknya refrigerant yang tersisa di recovery dan diganti dengan yang baru, karena jika terjadi kebocoran di daerah ini komposisi refrigerant akan berubah, refrigerant yang memiliki boiling point lebih rendah akan keluar lebih dulu di area yang bocor tersebut.